Innalilahi Wa Innailaihi Rojiun, Bapak H. Pandapotan Nasution, SH.: Tokoh Mandailing yang Berbakti, Produktif, dan Menjadi Suri Tauladan



MEDAN — Innailaihi Wainnailaihi rojiun, Seluruh keluarga besar Yayasan Annaas dan masyarakat Sumatera Utara, khususnya kaum keluarga Mandailing, berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke Rahmatullah Bapak H. Pandapotan Nasution, SH. Beliau menghembuskan nafas terakhir pada hari ini sekitar pukul 05.32 WIB di Medan, dalam usia 88 tahun.

 

Berita kepergian tokoh yang sangat dihormati ini disampaikan oleh Asren Nasution, Pembina Yayasan Annaas, yang mewakili seluruh keluarga besar yayasan.

 

 

 

Sosok Hebat, Produktif, dan Penuh Kepedulian

 

Bapak H. Pandapotan Nasution, SH., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Hatobangon DPD IKANAS Sumatera Utara, dikenal luas bukan hanya sebagai seorang birokrat dan politisi yang setia pada warna Merah Putih, melainkan juga sebagai putra Mandailing yang luar biasa — produktif, peduli, dan selalu hadir untuk rakyat.

 

Sepanjang hidupnya, beliau dikenal sebagai sosok yang tak pernah lelah berkarya. Di usia yang lanjut pun, pikiran-pikirannya tetap tajam, gagasan-gagasannya terus mengalir, dan perhatiannya terhadap kemajuan masyarakat, khususnya kaum Mandailing, tak pernah surut. Beliau adalah bukti bahwa usia hanyalah angka, sedangkan semangat berbakti takkan pernah berakhir.

 

Birokrat Berintegritas, Politisi Berprinsip

 

Sebagai birokrat, beliau dikenal dengan kebersihan hatinya, keteguhan prinsip, dan pelayanan yang tulus. Sebagai politisi, beliau adalah putra bangsa yang selalu memegang teguh bendera Merah Putih — nasionalis sejati yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.

 

Namun di balik jabatan dan kedudukannya, beliau tetaplah sosok yang rendah hati, mudah didekati, dan selalu peduli pada nasib orang-orang di sekelilingnya. Setiap langkah, setiap pemikiran, dan setiap karya yang beliau lahirkan selalu berlandaskan pada niat tulus untuk kemaslahatan sesama.

 

Warisan yang Tak Akan Pernah Pudar

 

Kepergian beliau bukan sekadar kehilangan bagi keluarga besar, melainkan kehilangan besar bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara, terutama masyarakat Mandailing. Beliau meninggalkan warisan berupa karya, pemikiran, gagasan, dan pengabdian yang tak ternilai harganya — sesuatu yang akan terus dikenang dan menjadi teladan bagi generasi-generasi mendatang.

 

"Semoga segala karya, pemikiran, gagasan dan pengabdiannya selama ini diterima sebagai amal sholeh di sisi Allah Swt., Amin Ya Rabbal ‘Alamin."

 

Selamat Jalan, Tokoh Teladan

 

Selamat jalan, Bapak H. Pandapotan Nasution, SH. — putra Mandailing yang membanggakan, birokrat yang jujur, politisi yang berprinsip, dan manusia yang penuh kasih sayang. Jasamu abadi, namamu akan terus harum di tengah masyarakat. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat yang paling indah di sisi-Nya.

 

Turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya.

 

 

 

Keluarga Besar Yayasan Annaas

Medan, Sumatera Utara

(Dari informasi yang disampaikan Asren Nasution, Pembina Yayasan Annaas)

Rel

 

 

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama