MEDAN — Tidak semua kebahagiaan lahir dari kehidupan yang serba berkecukupan. Bagi Muhammad Isa, yang juga mantan Presma UNHAM Medan, kebahagiaan justru tumbuh dari perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan, keringat, keterbatasan ekonomi, bahkan musibah yang sempat merusak rumahnya. Namun, di balik semua itu, ia berhasil membuktikan bahwa pengorbanan orang tua takkan pernah berkhianat — dua anaknya kini menjadi sarjana berprestasi Universitas Sumatera Utara (USU).
Kisah ini merupakan perjuangan keluarga yang luar biasa dan patut dijadikan teladan bagi banyak orang.
Perjuangan Tanpa Batas: Semua Pekerjaan Halal Demi Anak
Muhammad Isa — yang akrab disapa Isa — dan istrinya Mahnijar (akrab dipanggil Cicik), tak pernah menyerah meski hidup dalam keterbatasan. Demi memastikan kedua anaknya mendapatkan pendidikan yang layak, Isa rela melakukan berbagai pekerjaan apa saja yang halal dan jujur: berjualan kue keliling, menjadi kuli bangunan, hingga bekerja sebagai sopir — bahkan pernah sampai saat ini masih menjadi sopir Gubernur Sumatera Utara ke 17.
"Isa tidak pernah membayangkan perjalanan hidupnya akan membawanya sampai pada titik tersebut," begitu ungkapan yang menggambarkan perjalanan hidupnya yang penuh kejutan dan perjuangan. Bagi Isa, keberhasilan kedua anaknya bukan sekadar cerita tentang wisuda. Di balik toga dan ijazah itu, tersimpan perjalanan panjang sebuah keluarga yang bertahan melewati berhanai keterbatasan.
Dua Anak, Dua Gelar, Satu Kebanggaan
Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis. Kedua anak Isa kini menoreh prestasi gemilang di Universitas Sumatera Utara:
Wan Putri Aisa, S.Km.
Putri sulungnya berhasil menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU dengan predikat CUMLAUDE — bukti kecerdasan dan kerja keras yang luar biasa. Ia menyelesaikan studi tepat waktu sesuai harapan orang tuanya.
Wan Fajar Siddik, S.AP.
Putra keduanya merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU, dan kini telah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebuah pencapaian yang membanggakan keluarga dan masyarakat.
"Mereka bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu sesuai harapan orang tua pada umumnya," ujar Isa, Rabu (2/9/2026).rel

Posting Komentar