JAKARTA – Langkah cepat dan mengejutkan terjadi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan total jajaran pimpinan lembaga tersebut pada Selasa (2/6) malam, Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) langsung bergerak melakukan penggeledahan di kantor pusat BGN, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6) pagi.
Pantauan di lokasi menunjukkan situasi di sekitar gedung tampak diperketat. proses tindakan hukum ini mengakibatkan gerbang utama ditutup rapat, sehingga para pegawai BGN tertahan di luar dan tidak dapat memasuki area gedung tempat mereka bekerja. Sejumlah awak media juga terlihat berkumpul di depan pintu gerbang guna memantau jalannya penggeledahan dari luar.
Sebelumnya, dalam keputusan mendadak pada Selasa malam, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Sebagai gantinya, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, untuk memimpin lembaga yang bertanggung jawab penuh atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
Kornas KAMAK Apresiasi Langkah Tegas Kejagung
Tindakan represif dan cepat dari Korps Adhyaksa ini langsung memantik respons positif dari berbagai elemen masyarakat sipil. Koordinator Nasional (Kornas) Koalisi Masyarakat Anti Korupsi KAMAK, M. Azmi Hadli, secara tegas menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kejagung atas langkah hukum terukur tersebut.
"Kami mengapresiasi penuh langkah cepat Kejagung yang langsung menggeledah kantor BGN pasca-perombakan oleh Presiden Prabowo. Ini adalah sinyal kuat bahwa tidak ada toleransi bagi siapapun yang berani bermain-main dengan program strategis nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyangkut hajat hidup generasi masa depan," ujar Azmi Hadli saat memberikan keterangan pers .
Azmi menambahkan, perombakan pimpinan yang diikuti dengan tindakan hukum oleh Kejagung ini diharapkan dapat membersihkan BGN dari potensi tindak pidana korupsi sejak dini. KAMAK mendesak agar Kejagung mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya jika ditemukan adanya indikasi penyimpangan anggaran anggaran atau penyalahgunaan wewenang di tubuh lembaga baru tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik Kejagung masih berada di dalam gedung BGN untuk mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik terkait penyelidikan yang sedang berjalan. Pihak Kejagung maupun pimpinan baru BGN belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai detail kasus yang mendasari penggeledahan ini.

Posting Komentar